jam

Flickr Slideshows

Translator

Google Translate
Arabic Korean Japanese Chinese Simplified Russian Portuguese
English French German Spain Italian Dutch

Senin, 14 Juni 2010

"Notebook" Layar Sentuh Ketik Jempol

Kompas- Di tengah persaingan komputer notebook, terutama kehadiran netbook yang murah dan terjangkau kebanyakan konsumen, menjadi tantangan tersendiri untuk bisa menghadirkan produk teknologi komputer yang bisa menarik minat banyak orang.

Ini setidaknya yang berupaya dilakukan Fujitsu asal Jepang yang selama ini dikenal menghasilkan produk-produk komputer berkualitas dan dikenal memiliki teknologi canggih dan andal, seperti miniaturisasi komponen motherboard yang bisa memuat berbagai fitur perangkat keras, seperti modem 3G yang memuat SIM card atau GPS untuk menentukan arah.

Harganya yang terbilang mahal di tengah persaingan komputer netbook murah di antara merek-merek multinasional lain menyebabkan Fujitsu perlu mencari bentuk desain dan teknologi berbeda agar tetap menjadi produk yang berkelas dan sekaligus mampu mencerminkan gaya hidup penggunanya

Fujitsu pun sadar keunggulan yang dimiliki adalah miniaturisasi yang menggabungkan berbagai fitur perangkat keras yang futuristik. Hasilnya, produk dalam kategori LifeBook seri UH900 dengan berat hanya 500 gram menjadi notebook paling ringan.

Layar sentuh

LifeBook UH900, dikemas dalam ukuran yang sangat kecil dengan dimensi panjang 20,4 cm dan lebar 10,65 cm, terasa seperti memegang dompet di tangan penggunanya. Produk baru Fujitsu ini pun tersedia dalam berbagai warna, menyesuaikan selera penggunanya untuk gaya hidup.

Monitor yang digunakan UH900 berukuran 5,6 inci (diagonal 14,22 cm) menggunakan teknologi SuperFine WXGA yang mampu menghadirkan resolusi 1.280 x 800 piksel. Tampilan yang jernih dan tajam monitornya juga masih dilengkapi dengan teknologi passive touch, memungkinkan penggunanya untuk mengendalikan Windows 7 dengan menyentuh.

Teknologi layar sentuh LifeBook UH900 ini berbeda dengan teknologi sentuh monitor notebook pada umumnya karena UH900 memungkinkan penggunanya untuk melakukan multi-touch, memperbesar situs web atau foto digital dengan jari tangan.

Salah satu yang menarik adalah penggunanya juga bisa menggunakan jempol untuk mengetik pada papan ketik QWERTY karena ukurannya memungkinkan untuk melakukan itu. LifeBook UH900 menjadi produk sempurna kalau saja monitornya tidak sekecil yang ada, tetapi memanjang memenuhi seluruh bagian.(rlp)

by:Kompas

Sony VAIO P: Bikin Pemiliknya Gaya Abiss

Bandingkan ukurannya dengan ponsel Nokia E63
Port VGA dan jack LAN diungsikan ke mini port replicator ini.

Jika kamu mengempitnya, orang akan menyangka ini adalah dompet. Maklum ukurannya yang memanjang dan tipis itu mirip dompet perempuan. Ditambah warnanya pink merona. Kala dijejerkan dengan personal diary, ia tampak langsing. Selain warna pink merona, Sony VAIO P ini tersedia dalam pilihan warna lain: orange, hitam, dan putih.

Saat mengangkatnya, kami tambah senang. Enteng sih, cuma 610 gram. Jika ditambahi charger dan kabelnya, timbangannya bergeser ke 772 gram. tetap jauh lebih ringan dibandingkan netbook bukan? Artinya, Sony VAIO P ini enak dibawa ke mana pun, dikempit, dimasukkan ke tas, dan bahkan diselipkan di saku belakang celana jins kamu. Bisa kok, sebab badannya tipis, 1,8cm. Jadi tidak akan membuat -- maaf - pantat kamu tampak aneh.


Punya 3 Tombol Khusus

Tapi apakah notebook mungil ini nyaman dipakai? Kita lihat satu per satu dulu. Layarnya kecil, 8", tapi resolusinya tinggi (1600x768). Nggak enak dilihat? Gampang, resolusi bisa diatur dengan mudah. Tinggal tekan tombol khusus di kanan tombol klik pada panel keyboard. Ini memang tombol khusus untuk mengatur resolusi. Maka resolusi bisa diatur langsung dari layarnya. enaknya sih diturunkan ke 1280x600.

O ya, di sebelah kanan tombol Resolution adalah tombol berlogo WEB. Ini adalah jalan pintas untuk menjelajah jagad maya tanpa masuk ke sistem operasi. Maksudnya, tanpa menekan tombol on, alias menyalakan notebook.

Tekan saja tombol WEB saat notebook belum hidup, dan dalam hitungan 17 detik kamu siap menjelajah dengan browser. Cuma jangan lupa menggeser slider wireless di sisi kiri ke arah belakang untuk mengaktifkan koneksi nirkabel. Jika ini sudah aktif, jaringan WiFi yang ada akan ditayangkan. Tinggal pilih mana yang diinginkan, dan kamu siap untuk nge-net deh.

Selagi ngomongin tombol khusus, sekalian saja kita bahas tombol khusus lain. Yang ini ada di sebelah kiri tombol Resolution, alias tepat di kanan tombol klik kanan touchpad. Berlabel ASSIST, tombol ini akan membantu kamu menuntaskan masalah di notebook. Menekannya akan membawa kamu ke SONY CARE. Di sana kamu bisa pilih apa yang akan dilakukan: System Care, Troubleshooting, Diagnostics, atau Recovery & Restore.


Trackpoint dan Touchpad yang tak Lazim

Oh, Sony membekali trackpoint di notebook supermungilnya ini. Posisi trackpoint diapit oleh tombol G, H, dan B. Cuma menurut Kami, trackpoint-nya kurang nyaman dipakai. Suka lari-lari. Atau mungkin karena Kami tidak biasa pakai trackpoint ya?

Untungnya Sony menyiapkan alternatif yang lebih nyaman. Apalagi kalau bukan touchpad. Yang stu ini letaknya di luar kelaziman: di sisi kanan panel layar. Tombol kliknya ditempatkan di seberangnya, yakni di sisi kiri panel layar. Jadi jempol kanan menggerakkan kursor, dan jempol kiri menekan tombol klik. Sepertinya janggal, tetapi setelah mencobanya Kami suka dengan cara ini. Alhasil sambil berjalan-jalan pun, kita bisa tetap mengoperasikan komputer. Mirip pakai BlackBerry dalam ukuran besar. Cuma yang jadi pikiran, bagaimana jika kamu bertangan kidal?


Keyboard kurang Terang

Keyboard-nya sendiri full, dari ujung ke ujung. chiclet style, jadi mengurangi resiko salah ketik, khususnya bagi kamu yang tangannya jempol semua. tuts-tutsnya harus ditekan agak kuat, dan memunculkan bunyi tik-tik. Namun respon keyboard baik, tidak membuat kamu harus menunggu lama setelah menekan sebuah tombol.

Seluruh panel keyboard diwarnai pink. Warna yang menyala ini membuat huruf di setiap tuts seakan-akan kurang terang, khususnya tombol fungsi.


Ada Mini Port Replicator

O ya karena notebook ini tipis, kita tidak akan menjumpai port VGA atau port LAN tertanam di badannya. Kedua port ini dikeluarkan dan dibenamkan di mini port replicator yang punya konektor tipis khas Sony. Hubungkan replicator ini ke sisi kanan notebook, dan barulah kamu bisa masuk ke jaringan atau mengalirkan tampilan ke layar eksternal.

Selain port khusus Sony, di sisi kanan ini hanya ada satu port USB. Satu port USB lainnya ditempatkan di sisi kiri notebook, bersama dengan jack headphone, jack DC-in, dan slider wireless.


Dua Slot Kartu Memori

Di bagian depan notebook, kamu akan menemukan dua slot kartu memori yang diberi penutup. Yang kiri adalah slot kartu memori SD (Secure Digital), dan yang sebelah kanannya adalah slot kartu memori khas Sony (HG Duo dan Magic Gate).

O ya, tadinya Kami kira tak ada webcam di notebook ini. soalnya di posisi yang biasanya, panel atas layar, tidak terlihat lensa webcam. Namun saat mengutak-atik software bawaan Sony, Kami mengaktifkan Arcsoft Webcam Companion 3 dan baru tahu kalau sebenarnya ada webcam terkemas dalam notebook mungil ini. Posisi lensanya di panel kanan layar LCD. Cukup mengejutkan, kualitas Webcam ini termasuk baik. Jeda di layar tidak terlihat. Gambar pun tampak tidak terlalu kotor kendati diambil dalam ruang yang agak gelap. Mungkin inilah hasil kerja sensor Ambience Light yang terpasang di notebook ini.

Awet Dipakai

VAIO P ini betah dipakai berlama-lama loh. Baterai bawaannya saat kami pakai bertahan sekitar 4 jam. Menurut Sony, daya tahan ini bisa didongkrak sampai 9 jam kalau kamu menggantinya dengan baterai extended.

***

Secara keseluruhan, kami puas menggunakan notebook supermungil ini. enak dibawa, enak dikantongi, enak dipakai. juga membuat keren yang pakai. Ah andai saja harganya juga enak di dompet. Tapi memang untuk tampil gaya lain dari lain kita memang butuh biaya lebih bukan?

Satu yang kami sayangkan, volume speaker internalnya kurang kuat. Kendati volume sudah diatur 100%, suara terdengar sayup-sayup. Mungkin karena itulah Sony membundelkan sebuah earphone. Jika earphone dengan fitur noise cancelling itu dicolokkan, kualitas suaranya mantap. Volume pun tak perlu diatur tinggi, sebaiknya kurang dari 20%.

Satu informasi tambahan yang tidak terlalu penting. Kalau slot baterainya kamu buka, terlihat ada sebuah slot SIM card. Namun dalam unit uji kami, slot tersebut tidak diaktifkan.


PLUS: Fisik supertipis; sangat ringan; baterai awet; bundel earphone noise cancelling.

MINUS: Touchpad perlu pembiasaan; port USB hanya dua.

SKOR PENILAIAN
(maksimal 5)
Kinerja: 3,9
Fasilitas: 3,9
Penggunaan: 4
Harga: 3,8
SKOR TOTAL: 3,92

Hasil Uji
Sysmark 2007 Preview 1.06 Rating

22
Cinebench R10

531 CB-CPU
Expression Encoder 3.3.0.13320

9833 detik (2 jam 43 menit 53 detik)
dBPoweramp Music Converter 13.3

696 detik (11 menit 36 detik)
3DMark 2006

86
Daya Tahan Baterai


Memutar Video Definisi Tinggi

1 jam 48 menit 24 detik
Battery Eater ’05 Pro 2.70

3 jam 7 menit

SPESIFIKASI Sony VAIO P Series (PCG-11112W)
Prosesor : Intel Atom Z540 1,86GHz
RAM : 2GB
Chipset : Intel US15W
Kartu grafis : Intel GMA 500
Kartu Suara : Realtek

SSD : 64GB (SanDisk pSSD-P2)
Optical drive : Tidak ada

Fasilitas : LAN, Wi-Fi 802.11 b/g/n, Bluetooth, 2 card reader (SD dan MagicGate/HG Duo), 2 USB 2.0, kamera Web, jack headhone

Layar : TFT 8” 1600x768 piksel

Sistem Operasi : Win 7 Home Premium
Baterai : Li-Ion 2500mAh/19Wh/7,4V
Dimensi : 24,6 x 12,1 x 2,2 cm
Bobot (termasuk baterai): 0,61kg
Garansi : 1 tahun
Situs Web : www.sony.co.id

Harga kisaran*: US$ 1099

by:Kompas

Konsisten, Nokia Tak Akan Gunakan Android

http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/04/27/2019529620X310.png
Nokia N8 merupakan ponsel pertama dengan platform Symbian 3 yang memiliki user interface baru.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Meski sama-sama operating system (OS) bersifat open source, produsen smartphone asal Finlandia Nokia tidak akan pernah menggunakan Android untuk smartphone yang diproduksinya. Nokia lebih memilih Meego dan Symbian.

"Tidak, untuk saat ini kami (Nokia) tidak akan menggunakan operating system Android. Kami lebih memilih Symbian karena sudah terbukti kegunaannya," kata Jo Harlow, Senior Vice President of Smartphones Nokia, pada acara Nokia Connection 2010 di Singapura, Senin (14/6/2010), beberapa saat lalu.

Dalam perspektif operating system, Harlow menyebut kompetitor potesial saat ini adalah Android dan Windows Mobile. "Memang tidak ada yang tidak mungkin, Nokia menggunakan Android juga mungkin saja. Tetapi untuk saat ini Nokia tidak akan menggunakan Android meski sama-sama open source," kata Harlow.

Saat ditanya alasannya, Harlow menjelaskan, Nokia memiliki bisnis serius yang disebut Ovi yang selama ini menggunakan Symbian. "Menggunakan platform Android akan menjadikan strategi Nokia tidak konsisten," katanya.

Hal senada diungkapkan Kenny Mathers, Head of Developer Relations and Marketing Asia Pasific. Mennurut dia, Symbian sudah beroperasi selama 12 tahun terakhir dan telah banyak digunakan sejumlah produsen smartphone, termasuk Nokia. "Sangat tidak mungkin meninggalkan Symbian yang sudah kita (Nokia) gunakan selama belasan tahun dengan operating system baru," katanya.

by:kompas

musik

Automatic Created Playlist by www.autoplaylist.com
Make Your Own Mp3 & Video Playlist at www.autoplaylist.com